Select Menu

Favourite

INDONESIA

" });

Wisata

Julianto

Education

Text Widget

Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.

Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.

Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.

Pictures

Business

Video

Find Us On Facebook

Travel

Fashion

Video Of Day

my family

my family

The Best Insting

The Best Insting

Download

Blockquote

Unordered List

Slider

Recent Videos

Movies

  • Latest News

    News

    Follow by Email

    Games

    Music

    Culture

    Transportasi Tradisional

    Rumah Adat

    Bali

    Pantai

    Seni Budaya

    Kuliner

    » » Mengapa Bayi Senang "Ngobrol" dengan Bayi Lain


    PEBI JULIANTO 19.32 0

    Mengajak bayi berbicara memang menjadi salah satu cara membantu kemampuan anak bicara. Tetapi, ternyata sebenarnya bayi lebih tertarik untuk bicara dengan bayi lain ketimbang dengan orang dewasa.

    Sebuah studi terbaru menemukan bahwa bayi berusia 6 bulan secara nyata lebih suka mendengarkan ocehan bayi lain. Para ahli meyakini hal ini merupakan proses krusial dalam proses pembelajaran bayi untuk bicara.

    Dalam studi tersebut, bayi-bayi diperdengarkan suara vocal yang mirip. Suara tersebut ada dua, yang pertama dibuat oleh wanita dewasa dan dibuat oleh bayi lain.

    Kemudian para ahli mengukur seberapa lama bayi-bayi itu menaruh perhatian pada kedua suara. Ternyata, bayi lebih suka mendengar suara teman-temannya. Saat mendengar ocehan bayi lain, durasinya hampir setengah lebih lama dibanding saat mendengar suara wanita dewasa.

    Para ahli menjelaskan bahwa ketertarikan bayi-bayi itu bukan karena suara tersebut lebih sering didengar. Para bayi ini belum bisa mengoceh (babbling), sehingga suara bayi lain yang mereka dengar belum jadi bagian dari suara yang sering mereka dengar.

    Sebagian bayi saat mendengarkan suara orang dewasa menunjukkan ekspresi netral dan wajah yang pasif. Sebaliknya, saat mendengar suara bayi lain mereka tersenyum dan menggerakkan mulut mereka.

    Para bayi itu seperti mengerti dan mengenali bahwa mereka bisa mencoba suara itu sendiri.

    "Sebagai orang dewasa, kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, tapi ketika bayi mulai belajar membuat suara, mereka perlu mengeksplorasinya ketimbang untuk berkomunikasi," kata Linda Polka, ketua peneliti.

    Ia menambahkan, bayi mencoba suara-suara ketika mereka sendirian tanpa ada interaksi atau kontak mata dengan orang lain.

    "Ini karena saat belajar bagaimana bicara, bayi perlu lebih banyak waktu menggerakkan mulut mereka dan nada suara untuk memahami berbagai jenis suara yang bisa mereka buat. Mereka butuh menemukan suara mereka sendiri," katanya.

    «
    Next
    This is the most recent post.
    »
    Previous
    Posting Lama

    Tidak ada komentar

    Leave a Reply