Select Menu

Favourite

INDONESIA

" });

Wisata

Julianto

Education

Text Widget

Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.

Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.

Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.

Pictures

Business

Video

Find Us On Facebook

Travel

Fashion

Video Of Day

my family

my family

The Best Insting

The Best Insting

Download

Blockquote

Unordered List

Slider

Recent Videos

Movies

  • Latest News

    News

    Follow by Email

    Games

    Music

    Culture

    Transportasi Tradisional

    Rumah Adat

    Bali

    Pantai

    Seni Budaya

    Kuliner

    » »Unlabelled » askep tumor otak


    PEBI JULIANTO 02.49 0

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan sebuah Tugas yang berjudul TUMOR OTAK
    .
    Dalam menyelesaikan resume ini , tentunya tak lepas dari bantuan dari beberapa pihak. untuk ini , penulis mengucapkan terima kasih kepada:

    - Bapak Maiza Efaldi, S.Kom. selaku guru pembimbing.
    - Orang tua yang telah memberikan motivasi kepada saya.
    - Serta Semua pihak yang ikut terlibat dalam membantu penyelesaian Resume ini.

    Dalam penulisan resume ini tentu masih banyak sekali terdapat ke kurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dalam penyempurnaan resume ini.
    Semoga apa yang diinginkan penulis dalam penulisan resume ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.


    Semurup, 7 Juli 2009


    Penulis


    DAFTAR ISI

    Hal
    KATA PENGANTAR i
    DAFTAR ISI ii
    BAB I PENDAHULUAN 1
    1.1 Latar Belakang 1
    1.2 Tujuan 1
    BAB II TUMOR OTAK 3
    2.1 KONSEP PENYAKIT 3
    2.1.1Pengertian 3
    2.1.2Etiologi 3
    2.1.3Patofisiologi 3
    2.1.4 Klasifikasi 4
    2.1.5 Manifestasi Klinis 5
    2.2 KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 6
    2.2.1 Pengkajian 6
    2.2.2 Diagnosa Keperawatan 7
    2.2.3 Rencana Intervensi 7
    BAB III PENUTUP 10
    3.1 Kesimpulan 10
    3.2 Saran 10
    Daftar Pustaka















    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Tumor otak adalah lesi oleh karena ada desakan ruang baik jinak maupun ganas yang tumbuh di otak, meningen dan tengkorak.
    Tumor otak terjadi karena adanya proliferasi atau pertumbuhan sel abnormal secara sangat cepat pada daerah central nervous system (CNS). Sel ini akan terus berkembang mendesak jaringan otak yang sehat di sekitarnya, mengakibatkan terjadi gangguan neurologis (gangguan fokal akibat tumor dan peningkatan tekanan intrakranial).
    Nyeri bersifat dalam, terus – menerus, tumpul dan kadang – kadang bersifat hebat sekali. Biasanya paling hebat pada pagi hari dan diperberat saat beraktifitas, yang biasanya menyebabkan peningkatan TIK yaitu batuk, membungkuk dan mengejan.

    1.2 Tujuan
    Dengan adanya resume ini, maka saya selaku panyusun mebuat resume ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan ujian semester dari dosen pembimbing mata kuliah computer, yaitu pak Maiza Efaldi, S.Kom.





    BAB II
    TUMOR OTAK
    2.1 KONSEP PENYAKIT
    2.1.1Pengertian
    Tumor otak adalah lesi oleh karena ada desakan ruang baik jinak maupun ganas yang tumbuh di otak, meningen dan tengkorak.
    2.1.2Etiologi
    1. Riwayat trauma kepala
    2. Faktor genetik
    3. Paparan bahan kimia yang bersifat carsinogenik
    4. Virus tertentu
    2.1.3Patofisiologi
    Tumor otak terjadi karena adanya proliferasi atau pertumbuhan sel abnormal secara sangat cepat pada daerah central nervous system (CNS). Sel ini akan terus berkembang mendesak jaringan otak yang sehat di sekitarnya, mengakibatkan terjadi gangguan neurologis (gangguan fokal akibat tumor dan peningkatan tekanan intrakranial).
    Tumor otak menyebabkan terjadi karena:
    Oedema otak Peningkatan massa Obstruksi cairan
    otak cerebrospinal jadi meningkat
    Perubahan suplai Hidrosefalus
    Darah ke otak Kompensasi
    1. Vasokontriksi pemb.drh otak
    2. Mempercepat absorpsi
    Cairan serebrospinalis meningkat & menyebabkan :
    Nekrosis jaringan
    Kehilangan fungsi Gagal secara akut
    Kejang Peningkatan TIK Nyeri
    Perubahan perfusi jaringan otak
    1. Nyeri kepala
    2. Mual muntah proyektil Defisit knowledge
    3. Hipertensi
    4. Bradikardi
    5. Kesadaran menurun

    2.1.4 Klasifikasi
    Berdasarkan jenis tumor dapat dibagi menjadi :
    1. Jinak
    • Acoustic neuroma
    • Meningioma
    • Pituitary adenoma
    • Astrocytoma (grade I)

    2. Malignant
    • Astrocytoma (grade 2,3,4)
    • Oligodendroglioma
    • Apendymoma
    3. Berdasarkan lokasi
    1. Tumor intradural
    Ekstramedular
    1. Cleurofibroma
    2. Meningioma
    Intramedular
    1. Apendymoma
    2. Astrocytoma
    3. Oligodendroglioma
    4. Hemangioblastoma
    2. Tumor ekstradural
    Merupakan metastase dari lesi primer, biasanya pada payudara, prostal, tiroid, paru – paru, ginjal dan lambung.
    2.1.5 Manifestasi Klinis
    1. Nyeri kepala
    Nyeri bersifat dalam, terus – menerus, tumpul dan kadang – kadang bersifat hebat sekali. Biasanya paling hebat pada pagi hari dan diperberat saat beraktifitas, yang biasanya menyebabkan peningkatan TIK yaitu batuk, membungkuk dan mengejan.
    2.Nausea dan muntah
    Akibat rangsangan pada medula oblongata
    3.Papiledema
    Stasis vena menimbulkan pembengkakan papila saraf optikus.

    2.2 KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
    2.2.1 Pengkajian
    1. Identifikasi faktor resiko paparan dengan radiasi atau bahan – bahan kimia yang bersifat carcinogenik.
    2. Identifikasi tanda dan gejala yang dialami: sakit kepala, muntah dan penurunan penglihatan atau penglihatan double.
    3. Identifikasi adanya perubahan perilaku klien.
    4. Observasi adanya hemiparase atau hemiplegi.
    5. Perubahan pada sensasi: hyperesthesia, paresthesia.
    6. Observasi adanya perubahan sensori: asteregnosis (tidak mampu merasakan benda tajam), agnosia (tidak mampu mengenal objek pada umumnya), apraxia (tidak mampu menggunakan alat dengan baik), agraphia (tidak mampu menulis).
    7. Observasi tingkat kesadran dan tanda vital.
    8. Observasi keadaan keseimbangan cairan dan elektrolit.
    9. Psikososial: perubahan kepribadian dan perilaku, kesulitan mengambil keputusan, kecemasan dan ketakutan hospitalisasi, diagnostic test dan prosedur pembedahan, adanya perubahan peran.
    10. Laboratorium:
    1. Jika tidak ada kontraindikasi: lumbal puncti.
    2. Fungsi endokrin
    11. Radiografi:
    1. CT scan.
    2. Electroencephalogram
    3. C – ray paru dan organ lain umtuk mencari adanya metastase.
    2.2.2 Diagnosa Keperawatan
    1. Perubahan perfusi jaringan otak b/d kerusakan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor.
    2. Nyeri b/d peningkatan tekanan intrakranial.
    3. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b/d ketidakmampuan mengenal informasi.
    2.2.3 Rencana Intervensi
    Perubahan perfusi jaringan otak b/d kerusakan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor.
    Data penunjang : perubahan tingkat kesadaran, kehilangan memori, perubahan respon sensorik/motorik, gelisah, perubahan tanda vital.
    Kriteria hasil : Tingkat kesadaran stabil atau ada perbaikan, tidak adan tanda – tanda peningaktan TIK.
    Intervensi Rasional
    • Pantau status neurologis secara teratur dan bandingkan dengan nilai standar.
    • Pantau tanda vital tiap 4 jam.
    • Pertahankan posisi netral atau posisi tengah, tinggikan kepala 200-300.
    • Pantau ketat pemasukan dan pengeluaran cairan, turgor kulit dan keadaan membran mukosa.
    • Bantu pasien untuk menghindari / membatasi batuk, muntah, pengeluaran feses yang dipaksakan / mengejan.
    • Perhatikan adanya gelisah yang meningkat, peningkatan keluhan dan tingkah laku yang tidak sesuai lainnya.
    o Mengkaji adanya perubahan pada tingkat kesadran dan potensial peningaktan TIK dan bermanfaat dalam menentukan okasi, perluasan dan perkembangan kerusakan SSP.
    o Normalnya autoregulasi mempertahankan aliran darah ke otak yang stabil. Kehilanagn autoregulasi dapat mengikuti kerusakan vaskularisasi serebral lokal dan menyeluruh.
    o Kepala yang miring pada salah satu sisi menekan vena jugularis dan menghambat aliran darah vena yang selanjutnya akan meningkatkan TIK.
    o Bermanfaat sebagai indikator dari cairan total tubuh yang terintegrasi dengan perfusi jaringan. • Aktivitas ini akan meningkatkan tekanan intra toraks dan intra abdomen yang dapat meningkatkan TIK.
    • Petunjuk non verbal ini mengindikasikan adanya penekanan TIK atau mennadakan adanya nyeri ketika pasien tidak dapat mengungkapkan keluhannya secara verb










    BAB III
    PENUTUP
    3.1 Kesimpulan
    Tumor otak adalah lesi oleh karena ada desakan ruang baik jinak maupun ganas yang tumbuh di otak, meningen dan tengkorak.
    Tumor otak terjadi karena adanya proliferasi atau pertumbuhan sel abnormal secara sangat cepat pada daerah central nervous system (CNS). Sel ini akan terus berkembang mendesak jaringan otak yang sehat di sekitarnya, mengakibatkan terjadi gangguan neurologis (gangguan fokal akibat tumor dan peningkatan tekanan intrakranial).
    Nyeri bersifat dalam, terus – menerus, tumpul dan kadang – kadang bersifat hebat sekali. Biasanya paling hebat pada pagi hari dan diperberat saat beraktifitas, yang biasanya menyebabkan peningkatan TIK yaitu batuk, membungkuk dan mengejan.
    3.2 Saran
    Saya selaku penulis, menyadari bahwa resume ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan resume yang akan dibuat dimasa mendatang.




    Daftar Pustaka
    Arthur C. Guyton and John E. Hall ( 1997), Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
    Carolyn M. Hudak, Barbara M. Gallo (1996), Keperawatan Kritis; Pedekatan Holistik Volume II, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
    Marylin E. Doengoes, Mary Frances Moorhouse, Alice C. Geissler (2000), Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3, Peneribit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

    «
    Next
    Posting Lebih Baru
    »
    Previous
    Posting Lama

    Tidak ada komentar

    Leave a Reply