Select Menu

Favourite

INDONESIA

" });

Wisata

Julianto

Education

Text Widget

Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.

Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.

Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.

Pictures

Business

Video

Find Us On Facebook

Travel

Fashion

Video Of Day

my family

my family

The Best Insting

The Best Insting

Download

Blockquote

Unordered List

Slider

Recent Videos

Movies

  • Latest News

    News

    Follow by Email

    Games

    Music

    Culture

    Transportasi Tradisional

    Rumah Adat

    Bali

    Pantai

    Seni Budaya

    Kuliner

    » »Unlabelled » INFLUENZA


    PEBI JULIANTO 06.28 0

    DAFTAR ISI

    DAFTAR ISI i
    BAB I PENDAHULUAN ii
    BAB II INFLUENZA 1
    DEFINISI 1
    PENYEBAB 1
    GEJALA DAN TANDA 1
    KOMPLIKASI 2
    DIAGNOSA 3
    PENGOBATAN 4
    PATOFISIOLOGI 4
    PENCEGAHAN 5
    FAKTOR RISIKO 5
    PENATALAKSANAAN 6
    VAKSIN PENCEGAH INFLUENZA 7
    BUAH-BUAHAN PENCEGAH INFLUENZA 9
    TIPS SEPUTAR INFLUENZA 10
    BAB III PENUTUP 13
    RANGUMAN 13
    SARAN 13
    SUMBER 14

    BABI
    PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    Influenza (flu) adalah suatu infeksi virus yang menyebabkan demam, hidung meler, sakit kepala, batuk, tidak enak badan (malaise) dan peradangan pada selaput lendir hidung dan saluran pernafasan. Influenza adalah penyakit ikut yang menular, menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virusinfluenza.
    Influenza berbeda dengan common cold. Gejalanya timbul dalam waktu 24-48 jam setelah terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba. Kedinginan biasanya merupakan petunjuk awal dari influenza.Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, bisa sampai 38,9-39,4?Celsius.
    Pemahaman kita Dapat ditunjukkan oleh kemampuan kitamenerapkan berbagai hasil pokok itu makalah ini berusaha menjelaskan dengan berbagai cara tentang influenza tersebut.
    Berkaitan dengan influenza tersebut saya mencoba membuat sesuatu bentuka bacaan yang berupa makalah yang berjudul “ Influenza “.
    2. Maksud dan tujuan
    Makalah ini saya buat agar pembaca dapat mengetahui dan melakukan suatu pengkajian yang berhubungan dengan influenza tersebut.
    3. Manfaat
    Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini pembaca dapat membaca dan sbagai pemandu bagi pembaca untuk mengupas tentang influenza.
    BAB II
    INFLUENZA

    DEFINISI
    Influenza (flu) adalah suatu infeksi virus yang menyebabkan demam, hidung meler, sakit kepala, batuk, tidak enak badan (malaise) dan peradangan pada selaput lendir hidung dan saluran pernafasan. Influenza adalah penyakit ikut yang menular, menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virusinfluenza.

    PENYEBAB

    Virus influenza tipe A atau B. Virus ditularkan melalui air liur terinfeksi yang keluar pada saat penderita batuk atau bersin; atau melalui kontak langsung dengan sekresi (ludah, air liur, ingus) penderita.

    GEJALA DAN TANDA
    Meskipun influenza sering disebut penyakit pernapasan, namun penyakit ini bisa memberi pengaruh ke seluruh tubuh. Penderita secara tiba-tiba menjadi demam, letih, lesu, kehilangan selera makan, dan sakit kepala, belakang tangan dan kaki. Juga menderita sakit tenggorokan dan batuk kering, mual dan mata seperti terbakar. Panas bisa meningkat hingga 104 derajat Fahrenheit, tapi akan menurun setelah 2 hingga 3 hari. Gejala saluran nafasnya sendiri bisa berupa pilek dan batuk.

    Influenza berbeda dengan common cold. Gejalanya timbul dalam waktu 24-48 jam setelah terinfeksi dan bisa timbul secara tiba-tiba. Kedinginan biasanya merupakan petunjuk awal dari influenza.Pada beberapa hari pertama sering terjadi demam, bisa sampai 38,9-39,4?Celsius.
    Banyak penderita yang merasa sakit sehingga harus tinggal di tempat tidur; mereka merasakan sakit dan nyeri di seluruh tubuhnya, terutama di punggung dan tungkai. Sakit kepala seringkali bersifat berat, dengan sakit yang dirasakan di sekeliling dan di belakang mata. Cahaya terang bisa memperburuk sakit kepala.
    Pada awalnya gejala saluran pernafasan relatif ringan, berupa rasa gatal di tenggorokan, rasa panas di dada, batuk kering dan hidung berair. Kemudian batuk akan menghebat dan berdahak. Kulit teraba hangat dan kemerahan, terutama di daerah wajah.
    Mulut dan tenggorokan berwarna kemerahan, mata berair dan bagian putihnya mengalami peradangan ringan. Kadang-kadang bisa terjadi mual dan muntah, terutama pada anak-anak.
    Setelah 2-3 hari sebagian besar gejala akan menghilang dengan segera dan demam biasanya mereda, meskipun kadang demam berlangsung sampai 5 hari.
    Bronkitis dan batuk bisa menetap sampai 10 hari atau lebih, dan diperlukan waktu 6-8 minggu ntuk terjadinya pemulihan total dari perubahan yang terjadi pada saluran pernafasan.

    KOMPLIKASI
    Influenza merupakan penyakit serius, tetapi sebagian besar penderita akan kembali sehat dalam waktu 7-10 hari. Komplikasi bisa memperberat penyakit ini. Resiko tinggi terjadinya komplikasi ditemukan pada penderita yang sangat muda, usia lanjut dan penderita penyakit jantung, paru-paru atau sistem saraf. Kadang influenza menyebabkan peradangan saluran pernafasan yang berat disertai dahak berdarah (bronkitis hemoragik).
    Komplikasi yang paling berat adalah pneumonia virus; yang bisa berkembang dengan segera dan menyebabkan kematian dalam waktu 48 jam. Pneumonia virus kemungkinan akan terjadi selama wabah influenza A. Komplikasi lainnya dalah pneumonia bakteri yang terjadi karena adanya ganguan dalam kemampuan paru-paru untuk melenyapkan atau mengendalikan bakteri di dalam saluran pernafasan.
    Meskipun sangat jarang terjadi, virus influenza jgua dihubungkan dengan peradangan otak (ensefalitis), jantung (miokarditis) atau otot (miositis). Ensefalitis bisa menyebabkan penderita tampak mengantuk, bingung atau bahkan jatuh dalam keadaan koma. Miokarditis bisa menyebabkan murmur jantung atau gagal jantung. Sindroma Reye merupakan komplikasi serius dan bisa berakibat fatal, yang terjadi terutama pada anak-anak selama wabah influenza B. Sindroma Reye terutama terjadi jika anak-anak mendapatkan aspirin atau obat yang mengandung aspirin.
    Untuk anak-anak dan orang dewasa, influenza adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam satu minggu. Namun untuk orang yang tidak sehat atau daya tahannya menurun, influenza bisa berakibat fatal.
    Tanda-tanda yang disebutkan di atas bisa menjadi sangat parah, dan mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam telinga. Kebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman-kuman yang masuk.
    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Beratnya penyakit dan adanya demam tinggi membedakan influenza dari common cold. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pembiakan virus dari sekret penderita.
    PENGOBATAN
    Pengobatan flu yang utama adalah istirahat dan berbaring di tempat tidur, minum banyak cairan dan menghindari kelelahan. Tirah baring sebaiknya dilakukan segera setelah gejala timbul sampai 24-48 setelah suhu tubuh kembali normal.
    Untuk penyakit yang berat tetapi tanpa komplikasi, bisa diberikan asetaminofenn, aspirin, ibuprofen atau naproksen. Kepada anak-anak tidak boleh diberikan aspirin karena resiko terjadinya sindroma Reye. Obat lainnya yang biasa diberikan adalah dekongestan hidung dan penghirupan uap. Jika segera diberikan pada infeksi influenza A yang belum mengalami komplikasi, obat rimantadin atau amantadin bisa membantu mengurangi lama dan beratnya demam serta gejala pernafasan.
    Ribavirin (dalam bentuk obat hirup atau tablet) mampu memperpendek lamanya demam dan mempengaruhi kemampuan virus untuk berkembangbiak, tetapi pemakaiannya masih bersifat eksperimental. Ribavirin bisa diberikan untuk meringankan gejala pneumonia virus.
    Infeksi bakteri sekunder diobati dengan antibiotik. Pneumonia bakteri karena pneumokokus, bisa dicegah dengan memberikan vaksin yang mengandung pneumokokus. Tetapi vaksin ini tidak diberikan kepada seseorang yang telah menderita influenza.
    PATOFISIOLOGI
    Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.




    PENCEGAHAN
    Seseorang yang pernah terkana virus influenza, akan membentuk antibodi yang melindunginya terhadap infeksi ulang oleh virus tertentu. Tetapi cara terbaik untuk mencegah terjadinya influenza adalah vaksinasi yang dilakukan setiap tahun.

    Vaksin influenza mengandung virus influenza yang tidak aktif (dimatikan) atau partikel-partikel virus. Suatu vaksin bisa bersifat monovalen (1 spesies) atau polivalen (biasanya 3 spesies). Suatu vaksin monovalen bisa diberikan dalam dosis tinggi untuk melawan suatu jenis virus yang baru, sedangkan suatu vaksin polivalen menambah pertahanan terhadap lebih dari satu jenis virus.
    Amantadin atau rimantadin merupakan 2 obat anti-virus yang bisa melindungi terhadap influenza A saja. Obat ini digunakan selama wabah influenza A untuk melindungi orang-orang yang kontak dengan penderita dan orang yang memiliki resiko tinggi-yang belum menerima vaksinasi.
    Pemakaian obat bisa dihentikan dalam waktu 2-3 minggu setelah menjalani vaksinasi. Jika tidak dapat dilakukan vaksinasi, maka obat diberikan selama terjadi wabah, biasanya selama 6-8 minggu. Oba ini bisa menyebabkan gelisah, sulit tidur dan efek samping lainnya, terutama pada usia lanjut dan pada penderita kelainan otak atau ginjal.
    Influenza bisa dicegah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan menjauhi penderita flu. Selain itu, bisa menggunakan vaksin flu. Vaksin flu sendiri harus digunakan setiap tahun sehubungan dengan seringnya virus flu bereplikasi.
    FAKTOR RISIKO
    Siapa saja bisa, terutama jika itu terjadi dalam suatu komunitas (kantor, asrama, sekolahan). Ini bisa terjadi karena penyebaran virus melalui cairan yang keluar sewaktu penderita bersin, berbicara, dll. Apalagi jika kita berada dengan penderita dalam ruangan yang ber-AC (tertutup) dan tidak mendapat sinar matahari.
    Namun demikian ada kelompok orang yang disebut berisiko tinggi, yaitu mereka yang menderita :
    * penyakit paru menahun, seperti asma, emfisema, bronkitis kronik, bronkiektasi, tbc, atau fibrosis kistik
    * penyakit jantung
    * penyakit ginjal kronik
    * penyakit kencing manis maupun gangguan metabolik menahun lainnya
    * anemia berat
    * mempunyai penyakit atau sedang menjalani terapi untuk menekan kekebalan tubuh
    * berusia lebih dari 50 tahun

    PENATALAKSANAAN
    Untuk influensa yang belum berkomplikasi, harap beristirahat dengan cukup di rumah agar tidak menjadi bertambah parah. Mungkin dibutuhkan waktu sekitar 2 hari setelah demam berlalu.
    Bisa menggunakan obat flu yang dibeli bebas. Kalau flu sudah terkomplikasi dengan infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotika.

    VAKSIN PENCEGAH INFLUENZA
    MESKI tidak berbahaya, influenza sangat mengganggu aktivitas dan menurunkan produktivitas. Supaya tak kerap menghampiri, sebaiknya lakukan vaksinasi.
    Influenza atau yang biasa disebut flu merupakan suatu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam, menggigil, batuk, rasa sakit pada tubuh,sakit kepala, dan terkadang sakit telinga atau permasalahan sinus. Virus influenza ini banyak menyerang siapa saja tanpa melihat umur, walaupun lebih banyak menyerang anak-anak.
    "Virus influenza dapat menyebar dari satu orang kepada orang lain. Virus ini ditularkan melalui batuk atau bersin dari si penderita influenza," kata Dokter Spesialis Penyakit Tropikal dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Dr Hindra Irawan Satari SpA (K) M. Trop. Paed yang akrab disapa dr. Hinky.
    Terkadang, penyakit influenza akan sembuh dengan sendirinya, atau paling tidak batuk dan kelemahan umum lainnya dapat menetap sampai lebih dari dua minggu. Namun, tingkat kesembuhan itu pun berbeda-beda, salah satunya tergantung dari daya tahan tubuh si penderita.
    Bagi sebagian orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan paru dan jantung, influenza dapat menimbulkan penyakit radang paru-paru sekunder. Sementara pada anak-anak, penyakit ini dapat menimbulkan panas tinggi sehingga menyerupai sepsis dan 20 persen dari anak-anak yang dirawat inap mengalami kejang demam.
    Jika dibiarkan begitu saja, flu dapat mengakibatkan komplikasi, antara lain otitis media (infeksi telinga akut), sinusitis, bronkitis kronik, dan pneumonia. Di antaranya, pneumonia pneumokokus merupakan komplikasi yang sering terjadi dan paling serius. Untuk itulah, diperlukan penanganan yang tepat bagi mereka yang menderita flu, terlebih bagi anak-anak.
    Karena itu, pencegahan penting dilakukan. Di mana pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan vaksinasi yang sebaiknya diberikan sejak dini pada siapa saja yang berisiko terkena flu. Hinky mengatakan, vaksinasi diberikan pada mereka yang dalam keadaan sehat.
    "Vaksinasi bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit dan idealnya diberikan dalam keadaan sehat," ucap dokter yang juga berpraktik di RSCM ini.
    Hinky mengatakan, untuk vaksinasi influenza, saat ini baru ditemukan vaksinasi untuk mencegah timbulnya influenza tipe A. Vaksinasi influenza tipe A sudah ditemukan sejak tahun 1950-an. "Vaksin sudah dapat diberikan di atas usia 6 bulan," tandasnya.
    Centers for Disease Control and Prevention US merekomendasikan bahwa vaksin flu diberikan kepada mereka dalam kondisi hamil, usia 50 tahun atau lebih dan memiliki kondisi medis kronis, serta perawat anak atau pekerja pelayanan kesehatan atau hidup dengan atau merawat seseorang yang berisiko tinggi terkena komplikasi dari flu
    Sementara mereka yang harus ditunda atau dihindarkan dari vaksinasi influenza adalah mereka yang memiliki riwayat alergi telur atau zat makanan yang mengandung protein yang sama dalam telur, riwayat hipersensitivitas dengan vaksin atau sedang dalam keadaan demam. Vaksin juga tidak diperkenankan bagi penderita Guillain-Barre syndrome (suatu penyakit autoimunitas serius menyerang saraf di luar otak dan urat saraf tulang belakang).
    Disebutkan oleh dokter umum sekaligus medical coordinator di Global Assistance and Healthcare, dr. Olivia Aviany Ayuningthias yang mengutip data dari Centers for Disease Control and Prevention US, 2009, bahwa di Amerika Serikat, setiap tahunnya 5 persen hingga 20 persen dari populasi penduduk terkena flu dan lebih dari 200.000 jiwa dirawat di rumah sakit karena komplikasi flu lebih lanjut 36.000 jiwa meninggal karena komplikasi terburuk dari flu.
    "Flu yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan komplikasi membahayakan karena efeknya dapat menyerang semua organ," sebut dokter lulusan Universitas Kristen Indonesia ini.
    Olivia menjelaskan, vaksinasi influenza merupakan metode primer dalam pencegahan influenza. Gunanya untuk membatasi komplikasi dari penyakit tersebut. Vaksin influenza hanya ada satu jenis, tetapi untuk setiap tahunnya berubah strain yang terkandung dalam vaksin tersebut. "Yang membedakan hanya brand dan produsen vaksin tersebut. Semua sama efektifnya sesuai dengan hasil uji klinis masing-masing," tuturnya.

    BUAH-BUAHAN PENCEGAH INFLUENZA
    Influenza merupakan penyakit yang sangat lazim. Gangguan akibat virus ini bahkan merupakan kasus tersering yang kami jumpai di klinik. Walaupun terkadang dianggap kelainan sepele tetapi seringkali menurunkan produktivitas kerja dan walaupun jarang tetapi dapat menyebabkan gangguan yang serius.

    Mutasi dari virus penyebab influenza merupakan penyebab utama sering ditemukannya kelainan ini. Sistem kekebalan tubuh seharusnya secara wajar dapat menanggulangi penyakit ini tanpa bantuan obat-obatan apapun. Tetapi pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat seringkali mengakibatkan tubuh kita sulit mengatasinya dengan cepat.

    Beberapa makanan sehat kami sarankan untuk meingkatkan kekebalan tubuh dan mencegah anda terserang influenza :
    1. jambu biji Jambu biji termasuk buah yang mengandung vitamin C tinggi. Buah ini mengandung Vit C dua kali lebih banyak dari jeruk. Selain itu kandungan asam amino pada buah ini pun turut memberi peran dalam kekebalan tubuh. Selain itu jambu biji juga mengandung anti oksidan dan fito kimia. Jadi selain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, buah ini membantu mempercepat kesembuhan.

    2. Pepaya. Kandungan buah ini mirip dengan jambu biji walaupun tanpa kandungan fitokimia dan asam amino.

    3. Tomat Tomat mengandung zat khusus yang disebut tomatin. Zat ini membantu menyembuhan peradangan dan membantu menurunkan panas.
    TIPS SEPUTAR INFLUENZA
    Setiap tiga bulan terakhir menjelang akhir tahun, kita akan memasuki musim penghujan yang mengakibatkan banyak sekali orang yang menderita flu.
    Virus influenza dapat menyerang semua golongan umur. Akan tetapi angka infeksi tertinggi terutama terjadi di kalangan anak-anak. Sedangkan angka kematian dan beratnya penyakit terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun atau pasien-pasien yang akibat penyakit tertentu rentan akan infeksi apa pun.

    Bagaimana cara penyebaran virus influenza? Berapa lama masa Inkubasinya?
    Virus influenza itu sendiri dapat menyebar dari satu orang kepada orang lain, terutama melalui batuk atau bersin dari seorang penderita influenza.
    Masa inkubasi dari penyakit ini, yakni satu hingga empat hari (rata-rata dua hari). Pada orang dewasa, sudah mulai terinfeksi sejak satu hari sebelum timbulnya gejala influenza hingga lima hari setelah mulainya penyakit ini. Anak-anak dapat menyebarkan virus ini sampai lebih dari sepuluh hari dan anak-anak yang lebih kecil dapat menyebarkan virus influenza kira-kira enam hari sebelum tampak gejala pertama penyakit ini. Para penderita imunocompromise dapat menebarkan virus ini hingga berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan.

    Apa gejala atau ciri-ciri terserang influenza dan akibatnya?
    Ciri khas yang tampak dari penyakit ini berupa gejala gangguan keadaan umum dan gangguan pernafasan yang timbulnya mendadak seperti panas,nyeri otot, sakit kepala, rasa lemas yang luar biasa, batuk yang tidak produktif, nyeri tenggorokan dan pilek. Pada anak-anak dapat menyebabkan otitis media, nausea dan muntah-muntah.Pada sebagian besar orang, penyakit influenza akan sembuh sendiri akan tetapi batuk dan kelemahan umum dapat menetap sampai lebih dari dua minggu. Bagi sebagian orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan paru dan jantung, influenza dapat menimbulkan penyakit radang paru-paru sekunder. Sedangkan pada anak-anak, penyakit ini dapat menimbulkan panas tinggi sehingga menyerupai sepsis dan 20 persen dari anak-anak yang dirawat inap mengalami kejang demam.

    Bagaimana Cara Pencegahan Influenza?
    Salah satu pencegahan terhadap influenza dengan memberikan vaksin influenza. Vaksin terhadap influenza terutama ditujukan untuk mencegah penyakit influenza dan komplikasi yang berat akibat penyakit ini.
    Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan sebagai berikut:
    Pertama, target Vaksinasi rutin setiap tahun yakni:

    • Grup usia lebih dari 65 tahun, karena merupakan grup usia yang rentan terhadap komplikasi dari influenza, begitu juga mereka yang menderita penyakit kronis tertentu.
    • Grup usia 50 hingga 64 tahun, karena kelompok ini mempunyai prevalansi yang meningkat terhadap penyakit kronis tertentu.
    • Mereka yang tinggal bersama atau merawat mereka yang berisiko tinggi, seperti pekerja di bidang kesehatan, mereka yang karena pekerjaannya mengharuskan sering kontak dengan orang-orang berisiko tinggi sehingga dapat menularkan influenza kepada mereka yang berisiko tinggi tersebut.
    Kedua, Vaksinasi Influenza juga dapat:

    • Menurunkan angka kejadian penyakit saluran pernafasan yang ada kaitannya dengan influenza.
    • Menurunkan angka kunjungan ke dokter pada semua golongan umur.
    • Menurunkan angka perawatan di rumah sakit bahkan kematian bagi mereka yang beresiko tinggi.
    • Mencegah otitis media pada anak-anak.
    • Ketidakhadiran di pekerjaan pada orang dewasa.
    Vaksinasi rutin tahunan terhadap pekerja kesehatan direkomendasikan mengingat selain berhubungan dengan penuruan angkat ketidakhadiran di pekerjaan juga dapat menurunkan angka kematian di antara pasien-pasien yang dirawat di rumah-rumah perawatan.

    Apakah Vaksin Influenza? Kepada Siapa harus diberikan?
    Vaksin yang diberikan merupakan vaksin influenza dari virus yang sudah inaktif dan diberikan secara suntikan intramuskuler di daerah deltoid pada orang dewasa atau anak-anak pada daerah paha anterolateral. Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada mereka yang telah diketahui mempunyai hipersensitivitas anafilaktik terhadap telur.

    Kapan sebaiknya dilakukan Vaksinasi Influenza?
    Waktu yang optimal untuk pemberian vaksinasi, yakni bulan Oktober dan November, akan tetapi dapat diberikan pada waktu yang lain juga.

    BAB III
    PENUTUP

    1. Rangkuman
    Meskipun influenza sering disebut penyakit pernapasan, namun penyakit ini bisa memberi pengaruh ke seluruh tubuh. Penderita secara tiba-tiba menjadi demam, letih, lesu, kehilangan selera makan, dan sakit kepala, belakang tangan dan kaki. Juga menderita sakit tenggorokan dan batuk kering, mual dan mata seperti terbakar. Panas bisa meningkat hingga 104 derajat Fahrenheit, tapi akan menurun setelah 2 hingga 3 hari. Gejala saluran nafasnya sendiri bisa berupa pilek dan batuk.
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Beratnya penyakit dan adanya demam tinggi membedakan influenza dari common cold. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pembiakan virus dari sekret penderita.
    Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.
    Vaksin influenza mengandung virus influenza yang tidak aktif (dimatikan) atau partikel-partikel virus. Suatu vaksin bisa bersifat monovalen (1 spesies) atau polivalen (biasanya 3 spesies). Suatu vaksin monovalen bisa diberikan dalam dosis tinggi untuk melawan suatu jenis virus yang baru, sedangkan suatu vaksin polivalen menambah pertahanan terhadap lebih dari satu jenis virus.

    2. Saran
    Sehubungan penulis juga manusia biasa sama dengan pembaca, maka dari itu penulis mengharapkan pembaca membaca makalah tentang influenza ini dengan santai. Dan mudah-mudahan makalah ini berguna buat kita semua. Amin.
    Seandainya ada salah kata atau salah pada pengetikan, penulis mohon dimaafkan.
    SUMBER:
    http://medicastore.com/penyakit/32/Influenza.html
    http://www.blogdokter.net/2007/03/12/influenza/
    http://lifestyle.okezone.com/read/2009/05/12/27/218779/vaksin-pencegah-influenza
    http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=116.0

    http://www.lintasberita.com/Teknologi/Waspadai_Spam_Influenza_A

    «
    Next
    Posting Lebih Baru
    »
    Previous
    Posting Lama

    Tidak ada komentar

    Leave a Reply