Select Menu

Favourite

INDONESIA

" });

Wisata

Julianto

Education

Text Widget

Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.

Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.

Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.

Pictures

Business

Video

Find Us On Facebook

Travel

Fashion

Video Of Day

my family

my family

The Best Insting

The Best Insting

Download

Blockquote

Unordered List

Slider

Recent Videos

Movies

  • Latest News

    News

    Follow by Email

    Games

    Music

    Culture

    Transportasi Tradisional

    Rumah Adat

    Bali

    Pantai

    Seni Budaya

    Kuliner

    Erik, Intan, Pebi, Tatang, Pfiza..
    Adalah bagian terkecil dari kelompok belajar yang ada di kampus terbaik kerinci.
    Yayasan Bina Insani Sakti Kerinci adalah nama kampusnya.

    Acver Boy adalah nama dari kelompok belajar tersebut.
    acver-boy.blogspot.com adalah situs dari kelompok belajar tersebut.


    Visi dan Misi Akper Bina Insani Sakti Kerinci

    V i s i :

    Menjadi lembaga pendidikan Tinggi Keperawatan yang menghasilkan lulusan tenaga keperawatan profesional yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu bersaing secara Regional, Nasional dan Internasional.

    M i s i :

    Menghasilkan tenaga perawat profesional, meningkatkan peningkatan penelitian aplikatif keperawatan sesuai kebutuhan masyarakat, mengembangkan Tekhnologi pembelajaran bidang keperawatan sesuai Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi, bekerjasama dengan penyelenggara pelayanan kesehatan baik rumah sakit maupun komunitas dan organisasi profesi.

    T u j u a n :

    Mendidik tenaga keperawatan yang bermutu secara berhasil guna dan berdaya guna, mempunyai kemandirian akuntabilitas dan daya saing tinggi, mendidik tenaga perawat yang berjiwa Pancasila dan memiliki kepribadian yang tinggi, mendidik perawat yang menguasai dasar-dasar ilmiah asuhan keperawatan sehingga mampu berpikir, bersikap, bertindak sebagai akademisi keperawatan yang profesional, mendidik perawat yang mampu menggunakan prinsip dan metode asuhan keperawatan dalam memecahkan masalah keperawatan individu, kelompok masyarakat dan merumuskan, menyusun prioritas.
    1. Pengertian

    Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon, L.Rogen, 1996).

    Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen,1996).

    Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg ataulebih. (Barbara Hearrison 1997)

    1. Etiologi

    Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.

    Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:

      • Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atautransport Na.
      • Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan darah meningkat.
      • Stress Lingkungan.
      • Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran pembuluh darah.


    Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:

    5. Hipertensi Esensial (Primer)
    Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, systemrennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.

    6. Hipertensi SekunderDapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal.
    Penggunaan kontrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin dll.

    3. Patofisiologi
    Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke seljugularis. Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah. Danapabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkanretensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanandarah. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ organ seperti jantung.

    1. Manifestasi Klinis
      Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah :
      • Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg
      • Sakit kepala
      • Epistaksis
      • Pusing / migrain
      • Rasa berat ditengkuk
      • Sukar tidur
      • Mata berkunang kunang
      • Lemah dan lelah
      • Muka pucat
      • Suhu tubuh rendah

    1. Pemeriksaan Penunjang
      • Pemeriksaan Laborat
        • Hb/Ht : untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti : hipokoagulabilitas, anemia.
        • BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.
        • Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapatdiakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
        • Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal danada DM.
      • CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
      • EKG : Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
      • IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal,perbaikan ginjal.
      • Photo dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup,pembesaran jantung.

    1. Penatalaksanaan
      • Penatalaksanaan Non Farmakologis

    1. DietPembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat menurunkan tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan kadar adosteron dalam plasma.

    2. Aktivitas
    Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan denganbatasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging,bersepeda atau berenang.

      • Penatalaksanaan Farmakologis
        Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:

    0. Mempunyai efektivitas yang tinggi.

    1. Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.

    2. Memungkinkan penggunaan obat secara oral.

    3. Tidak menimbulakn intoleransi.

    4. Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.

    5. Memungkinkan penggunaan jangka panjang.

    Golongan obat - obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi sepertigolongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis kalsium,golongan penghambat konversi rennin angitensin.



    Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Hipertensi

    1. Pengkajian
      • Aktivitas/ Istirahat
        • Gejala : kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.
        • Tanda :Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea.
      • Sirkulasi
        • Gejala :Riwayat Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler, episode palpitasi.
        • Tanda :Kenaikan TD, Nadi denyutan jelas dari karotis, jugularis,radialis, tikikardi, murmur stenosis valvular, distensi vena jugularis,kulit pucat, sianosis, suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisiankapiler mungkin lambat/ bertunda.
      • Integritas Ego
        • Gejala :Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, factor stress multiple(hubungan, keuangan, yang berkaitan dengan pekerjaan.
        • Tanda :Letupan suasana hat, gelisah, penyempitan continue perhatian,tangisan meledak, otot muka tegang, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara.
      • Eliminasi
        • Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayatpenyakit ginjal pada masa yang lalu).
      • Makanan/cairan
        • Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam, lemak serta kolesterol, mual, muntah dan perubahan BB akhir akhir ini(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic
        • Tanda: Berat badan normal atau obesitas,, adanya edema, glikosuria.
      • Neurosensori
        • Genjala: Keluhan pening pening/pusing, berdenyu, sakit kepala,subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontansetelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia, penglihatan kabur,epistakis).
        • Tanda: Status mental, perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara,efek, proses piker, penurunan keuatan genggaman tangan.
      • Nyeri/ ketidaknyaman
        • Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung),sakitkepala.
      • Pernafasan
        • Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea,ortopnea,dispnea, batuk dengan/tanpa pembentukan sputum, riwayat merokok.
        • Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyinafas tambahan (krakties/mengi), sianosis.
      • Keamanan
        • Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan, hipotensi postural.

    1. Diagnosa Keperawatan yang Muncul
      • Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular.
      • Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2.
      • Gangguan rasa nyaman : nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral.
      • Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral, ginjal, jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi.

    1. Intervensi
      Diagnosa Keperawatan 1. :
      Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular.
      Tujuan : Afterload tidak meningkat, tidak terjadi vasokonstriksi, tidak terjadi iskemia miokard.
      Kriteria Hasil : Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / bebankerja jantung , mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapatditerima, memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentangnormal pasien.
      Intervensi :
      • Pantau TD, ukur pada kedua tangan, gunakan manset dan tehnik yang tepat.
      • Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer.
      • Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas.
      • Amati warna kulit, kelembaban, suhu dan masa pengisian kapiler.
      • Catat edema umum.
      • Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas.
      • Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi
      • Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan
      • Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher
      • Anjurkan tehnik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan
      • Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah
      • Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi
      • Kolaborasi untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi.


    Diagnosa Keperawatan 2. :
    Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2.
    Tujuan : Aktivitas pasien terpenuhi.
    Kriteria Hasil :Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan,melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur.
    Intervensi :

      • Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter :frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat, catat peningkatanTD, dipsnea, atau nyeridada, kelelahan berat dan kelemahan, berkeringat,pusig atau pingsan. (Parameter menunjukan respon fisiologis pasienterhadap stress, aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja/ jantung).
      • Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan / kelelahan, TD stabil, frekwensi nadi, peningkatan perhatian padaaktivitas dan perawatan diri. (Stabilitas fisiologis pada istirahatpenting untuk memajukan tingkat aktivitas individual).
      • Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. (Konsumsioksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatantiba-tiba pada kerja jantung).
      • Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi, menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya. (teknik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen).
      • Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas.(Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas danmencegah kelemahan).


    Diagnosa Keperawatan 3. :
    Gangguan rasa nyaman : nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral
    Tujuan :
    Tekanan vaskuler serebral tidak meningkat.
    Kriteria Hasil :Pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala dan tampak nyaman.
    Intervensi :

      • Pertahankan tirah baring, lingkungan yang tenang, sedikit penerangan
      • Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan.
      • Batasi aktivitas.
      • Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin.
      • Beri obat analgesia dan sedasi sesuai pesanan.
      • Beri tindakan yang menyenangkan sesuai indikasi seperti kompres es, posisi nyaman, tehnik relaksasi, bimbingan imajinasi, hindari konstipasi.


    Diagnosa keperawatan 4. :
    Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral, ginjal, jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi.
    Tujuan : Sirkulasi tubuh tidak terganggu.
    Kriteria Hasil :Pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yang membaik seperti ditunjukkan dengan : TD dalam batas yang dapat diterima, tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, nilai-nilai laboratorium dalam batas normal.
    Intervensi :

      • Pertahankan tirah baring; tinggikan kepala tempat tidur.
      • Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan; tidur, duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia.
      • Pertahankan cairan dan obat-obatan sesuai pesanan.
      • Amati adanya hipotensi mendadak.
      • Ukur masukan dan pengeluaran.
      • Pantau elektrolit, BUN, kreatinin sesuai pesanan.
      • Ambulasi sesuai kemampuan; hindari kelelahan.

    DAFTAR PUSTAKA
    Doengoes, Marilynn E, Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan pasien, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, 2000
    Gunawan, Lany. Hipertensi : Tekanan Darah Tinggi , Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 2001
    Sobel, Barry J, et all. Hipertensi : Pedoman Klinis Diagnosis dan Terapi, Jakarta, Penerbit Hipokrates, 1999
    Kodim Nasrin. Hipertensi : Yang Besar Yang Diabaikan, @ tempointeraktif.com, 2003
    Smith Tom. Tekanan darah Tinggi : Mengapa terjadi, Bagaimana mengatasinya ?, Jakarta, Penerbit Arcan, 1995
    Semple Peter. Tekanan Darah Tinggi, Alih Bahasa : Meitasari Tjandrasa Jakarta, Penerbit Arcan, 1996
    Brunner & Suddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta, EGC, 2002
    Chung, Edward.K. Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskuler, Edisi III, diterjemahkan oleh Petrus Andryanto, Jakarta, Buku Kedokteran EGC, 1995
    Marvyn, Leonard. Hipertensi : Pengendalian lewat vitamin, gizi dan diet, Jakarta, Penerbit Arcan, 1995
    Tucker, S.M, et all . Standar Perawatan Pasien : Proses Keperawatan, diagnosis dan evaluasi , Edisi V, Jakarta, Buku Kedokteran EGC, 1998
    1.Hak menunjukkan tingkat maksimum dari kemampuannya yang sama dengan orang lain.

    2.Hak memperoleh asuhan medis, fisioterapi, pendidikan, latihan, rehabilitasi, serta bimbinmgan yang tepat, sesuai dengan kemampuan dan potensinya yang maksimal.

    3.Hak memperoleh standar hidup yang layak dan keamanan dalam hal ekonomi dan berhak melakukan pekerjaan yang produktif sesuai dengan kemampuannya.

    4.Hak untuk tinggal besama keluarga atau orang tua angkat dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk kehidupan dalam masyarakat secara layak, bila mungkin.

    5.Hak ats penjagaan apabila diperlukan untuk melindungi diri dan kepentingannya.

    6.Hak mendapatkan perlindungan atas tindakan kekerasan, apabila dituntut atas suatu pelanggaran, ia berhak mendapatkan pertimbangan hokum dan pengakuan penuh terhadap derajat tanggung jawab mentalnya.

    7.Apabila mereka tidak mempunyai kemampuan karena keadaan cacatnya yang berat, mereka dapat dilatih untuk memahami hak mereka melalui prosedur yang berlaku yang didasarkan pada evaluasi seorang ahli.

    8.Hak memperoleh perawatan, bila diperlukan, dari orang yang berpengetahuan dan mengerti akan kebutuhannya serta dapat membantu dalam menghadapi kesulitan memperoleh penmgakuan terhadap dirinya.

    1.Hak diperlakukan sebagaimana manusia yang hidup sampai ajal tiba.

    2.Hak mempertahankan harapannya, tidak peduli apapun perubahan yang terjadi.

    3.Hak mendapatkan perawatan yang dapat mempertahankan harapannya, apapun perrubahan yang terjadi.

    4.Hak mengekspresikan perasaan dan emosinya sehubungan dengan kematian yang sedang dihadapinya.

    5.Hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan perawatannya.

    6.Hak memperoleh perhatian dalam pengobatan dan perawatan secara berkesinambungan, walaupun tujuan penyembuhannya harus diubah menjadi tujuan memberikan rasa nyaman.

    7.Hak untuk tidak meninggal dalam kesendirian.

    8.Hak untuk bebas dari rasa sakit.

    9.Hak uuntuk memperoleh jawaban atas pertanyaannya secara jujur.

    10.Hak untuk memperoleh bantuan perawat atau medis untuk keluarga yang ditinggalkan agar dapat menerima kematiannya.

    11.Hak untuk meninggal dalam damai dan bermartabat.

    12.Hak untuk tetap dalam kepercayaan atau agamanya dan tidak diambil keputusan yang bertentangan dengan kepercayaan yang dianutnya.

    13.Hak untuk memperdalam dan meningkatkan kepercayaannya, apapun artinya bagi orang lain.

    14.Hak untuk mengharapkan bahwa kesucian raga manusia akan dihormati setelah yang bersangkutan meninggal.

    15.Hak untuk mendapatkan perawatan dari orang yang professional, yang dapat mengerti kebutuhan dan kepuasan dalam menghadapi kematian.

    Termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang tidak mampu meyakinkan keberadaan dirinya dalam kehidupan social atau perorangan secara normal. Hal ini terjadi akibat adanya kelemahan ini, sebagai warga Negara maupun sebagai makhluk Tuhan, tetap harus dihargai karena mereka juga mempunyai hak yang sama dengan orange yang sehat. Hak-hak tersebut antara lain:

    1.Hak mendapatkan penghargaan dan martabat sebagai manusia sehingga dapat menikmati kehidupan sepenuhnya dan sebaik mungkin.

    2.Hak sebgai panduduk dan berpoliutik sesuai kemauan dan kemampuannya.

    3.Hak atas tindakan yang telah ditetapkan agar mereka dapat percaya diri.

    4.Hak memperoleh tindakan atau pengobatan medis, psikologi0s fungsional (penggunaan alat Bantu) seperti protesa, rehabilitasi, social, pendidikan, dan sebagainya, yang memungkinkan dikembangkannya kemampuan dan atau keterampilan secara maksimal agar dapat mempercepat proses integrasi dan reintegrasi social.

    5.Hak memperoleh kesejahteraan social dan ekonomi pada tingkat kehidupan yang layak (sesuai dengan kemampuannya untuk mendapatkan pekerjaan).

    6.hak mendapatkan kebuhtuhan spesifik dan harus dipertimbangkan dalam semua tingkat perencanaan baik social atau ekonomi.

    7.Hak untuk tinggal bersama keluarga atau orang tua angkat dan berpartisipasi dalam kegiatan social, kreatif, atau rekreasi.

    8.Hak mendapatkan perlindungan terhadap hal-hal yang menyangkut diskriminasi atau tindakan kejam dari pihak lain.

    9.Mereka harus mampu menggunakan kesempatan dan memanfaatkan bantuan hokum apabila bantuan tersebut diperlukan untuk pribadi atau mempertahankan hak-hak yang dimilikinya.

    10.Organisasi orang cacat dapat berkonsultasi kepada instansi atau lembaga terkait mengenai hal-hal yang menyangkut hak-hak mereka.

    11.Orang-orang dengan kecacatan, keluarga, dan masyarakat harus diberikan informasi tentang hak-hak mereka.