Select Menu

Favourite

INDONESIA

" });

Wisata

Julianto

Education

Text Widget

Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.

Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.

Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.

Pictures

Business

Video

Find Us On Facebook

Travel

Fashion

Video Of Day

my family

my family

The Best Insting

The Best Insting

Download

Blockquote

Unordered List

Slider

Recent Videos

Movies

  • Latest News

    News

    Follow by Email

    Games

    Music

    Culture

    Transportasi Tradisional

    Rumah Adat

    Bali

    Pantai

    Seni Budaya

    Kuliner

    Perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber belajar dan media kesehatan. Media komputer dimanfaatkan dalam kesehatan karena memberikan keuntungan-keuntungan yang tidak dimiliki oleh media kesehatan lainnya yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi secara individu dengan mahasiswa.
    Perkembangan komputer sampai saat ini sangat pesat, sebelum mengenal komputer seperti saat ini, 5000 tahun yang lalu di Asia kecil orang menemukan alat yang disebut Abacus dan dianggap sebagai awal mula komputer. Pada tahun 1642, Blaise Pascal menemukan kalkulator roda nomerik untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Tetapi alat ini memiliki kelemahan, yaitu hanya sebatas melakukan penjumlahan. Komputer sendiri di artikan Hamacher sebagai mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima input digital kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan dimemorinya dan menghasilkan output berupa informasi. Menurut Nasotion(2001), komputer dibagi menjadi beberapa generasi. Yaitu generasi pertama (1953-1958), generasi kedua(1958-1966), generasi ketiga (1966-74), generasi keempat (1974-1982), dan generasi kelima (1982-sekarang). Dengan perkembangannya yang semakin canggih, maka sampai saat ini banyak dirasakan manfaatnya dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu manfaat komputer adalah dalam budang kesehatan misalnya pengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Komputer yang kita gunakan untuk mengukur suhu kita namakan dengan termometer. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga bermanfaat dalam pendidikan, salah satunya adalah pembelajaran berbantuan komputer, dalam penggunaannya menurut Sudjana dan Rivai (1989) terdapat beberapa model pembelajaran berbantuan komputer, yaitu model latihan dan praktek (drill and practice), model penemuan (problem solving), dan model permainan (game).
    Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan.
    Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “, dengan demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi tentang kesehatan.
    Kit Lay Bourne ( 1985 : 82 ) menyatakan bahwa “ penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, mahasiswa cukup dapat mengawasi suatu berita.” Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi mahasiswa tidak siap, akan memperbesar peluang terjadinya verbalisme. Untung di kampus kita ini menggunakan media yang bisa memudahkan kita dalam proses perkuliahan, sehingga kita selalu siap untuk menerima mata perkuliahan yang disampaikan oleh dosen-dosen kita.
    Sasaran penggunaan media adalah agar mahsiswa mampu menciptakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh dosen kepada mereka.
    Arief S. Sadiman ( 1984:6 ) mengatakan bahwa media “ adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
    Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakan anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan.
    Menurut Pebi julianto menyebutkan ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar tentang kesehatan, yakni :
    1. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar tentang kesehatan,
    2. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu tantang kesehatan
    3. ada perbedaan pemakaian media tersebut
    4. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan.
    Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman mahasiswa.
    Menurut pelajaran yang telah disampaikan oleh dosen pembimbing yaitu pak meheza mengatakan bahwa pembagian komputer di bidang kesehatan/ alat-alat yang dapat dikatagorikan sebagai komputer antara lain:

    1. Termometer

    adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti bahang dan meter yang berarti untuk mengukur.yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa
    Termometer Merkuri adalah jenis termometer yang sering digunakan oleh masyarakat awam. Merkuri digunakan pada alat ukur suhu termometer karena koefisien muainya bisa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir selalu sama.

    Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih.
    Termometer Merkuri pertama kali dibuat oleh Daniel G. Fahrenheit. Peralatan sensor panas ini menggunakan bahan Merkuri dan pipa kaca dengan skala Celsius dan Fahrenheit untuk mengukur suhu. Pada tahun 1742 Anders Celsius mempublikasikan sebuah buku berjudul “Penemuan Skala Temperatur Celsius” yang diantara isinya menjelaskan metoda kalibrasi alat termometer seperti dibawah ini:
    1. Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air.
    2. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan.
    3. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.
    Sampai saat ini tiga poin kalibrasi diatas masih digunakan untuk mencari rata-rata skala Celsius pada Termometer Merkuri. Poin-poin tersebut tidak dapat dijadikan metoda kalibrasi yang akurat karena titik didih dan titik beku air berbeda-beda seiring beda tekanan.
    Cara Kerja :
    1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal.
    2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan perubahan volume.
    3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun.
    4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.
    2. Elektrokardiogram (EKG)
    adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio, kata Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.
    • Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung
    • EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut
    • EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia)
    • EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok cabang berkas kanan dan kiri)
    • EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung
    • EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia)
    Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung. Namun, EKG dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas.
    3. SPYHGMOMANOMETER

    Medical Check Up atau yang sering kita kenal juga dengan sebutan Medcheck ,adalah salah satu cara kita menjaga kesehatan diri dan ini adalah salah satu dari investasi kita dalam hal kesehatan.
    Dengan melakukan Medcheck dapat diketahui hasil berbagai fungsi organ tubuh kita ,semisal fungsi hati ,fungsi ginjal ,fungsi jantung dsb.

    Mengetahui fungsi dari masing-masing organ tubuh kita sangatlah perlu ,sehingga kita dapat mengambil langkah pencegahan kekeadaan yang lebih buruk lagi atau bahkan dapat mengambil langkah dini untuk memutus proses pada penyakit tertentu.
    Sangatlah disarankan bila kita melakukan Medical Check Up setiap tahun sekali ,dengan hasilnya yang dapat menuntun kita kepada langkah-langkah perbaikan atau pencegahan bahkan pengobatan.


    Medical Check Up dilakukan dengan mengujungi fasilitas kesehatan yang tersedia disekitar Anda ,katakanlah maksud dan tujuan Anda ,petugas kesehatan biasanya akan melakukan registrasi dan Anda akan di listing untuk rencana Medical Check Up pada hari yang telah ditentukan bersama ,sebab biasanya bila Anda belum ada persiapan sama sekali Anda akan dijadualkan paling cepat pada esok harinya ,karena Anda akan diharuskan puasa mulai jam 11 malam sampai saat anda diambil darah untuk pemeriksaan Laboratorium , oh ya ... anda tetap diperbolehkan minum Hanya Air Putih saja ampai saat pengambilan darah tsb.

    Medical Check Up meliputi beberapa tahapan sbb :
    1. Wawancara atau anamnesis
    2. Pemeriksaan fisik
    3. Pemeriksaan laboratorium
    4. Pemeriksaan penunjang lain, seperti foto roentgen, elektrokardiografi, dan lain-lain

    Pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam menentukan status kesehatan seseorang. Adapun tujuan dilakukannya pemeriksaan laboratorium adalah sebagai berikut :
    • Untuk menentukan risiko terhadap suatu penyakit dengan harapan penyakit tersebut dapat dideteksi secara dini
    • Untuk memastikan diagnosis suatu penyakit sehingga dokter dapat menangani penyakit secara tepat selain untuk memperkirakan komplikasi yang mungkin terjadi
    • Untuk menentukan prognosis atau memprediksi perjalanan penyakit
    • Untuk pemantaun, baik memantau perkembangan penyakit maupun efektivitas terapi
    Tujuan Melakukan MEDCHECK
    • Mencegah berkembangnya penyakit
    • Melakukan pengobatan segera
    • Mencegah/menunda komplikasi
    • Memperpanjang usia produktif
    • Meningkatkan kualitas hidup
    • Memperpanjang usia harapan hidup
    • Menghemat biaya pengobatan
    Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan MEDCHECK

    Ada penyakit yang bisa dideteksi secara langsung dengan GMC adapula yang tidak langsung.
    • Penyakit yang dapat langsung dideteksi dengan GMC adalah hipertensi, diabetes mellitus, kelainan lemak darah, penyakit darah (anemia, kanker darah), penyakit hati (hepatitis, sirosis, kanker hati), penyakit ginjal (infeksi, kebocoran ginjal, gagal ginjal), penyakit rematik, asam urat, penyakit paru, penyakit jantung koroner.

    • Untuk penyakit yang tidak langsung terdeteksi, maka GMC merupakan langkah awal menuju ke arah diagnosis pasti dari penyakit yang diduga.
    Kapan Melakukan MEDECHECK
    • Sesuai dengan saran dokter
    • Bila ada dugaan penyakit yang diturunkan
    • Bila ada dugaan penyakit potensial menular
    • Bila Anda sudah berusia 40 tahun, sesuai kebutuhan
    Keuntungan Melakukan MEDCHECK
    • Bila hasilnya normal : hati senang, pikiran tenang, tubuh semakin bugar dan produktivitas meningkat.
    • Bila ada kelainan dan diagnosis sudah ditegakkan, pengobatan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga penyakit dapat segera diatasi.
    • Bila ditemukan kelainan terapi diagnosis belum tegak, maka diperlukan pemeriksaan laboratorium tambahan untuk diagnosis yang lebih pasti.
    Kerugian Bila Tidak Melakukan MEDCHECK
    • Kelainan yang ada tidak dapat diketahui secara dini
    • Saat muncul keluhan, penyakit telah mencapai tahap lanjut pengobatan sulit dan biaya lebih tinggi
    KATA PENGANTAR

    Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah Kebutuhan Dasar Manusia dengan judul “ Kanker Paru-paru ”
    Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga jasa baik semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini mendapat imbalan dari Allah SWT.
    Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu Kami mengharapkan masukan baik dari para pembaca sekalian.
    Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.




    Belui, 23 April 2009

    Pebi Julianto








    KANKER PARU-PARU
    Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.
    Menurut World Health Organization (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun wanita. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
    Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
    1. Karsinoma sel skuamosa
    2. Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
    3. Karsinoma sel besar
    4. Adenokarsinoma
    Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
    Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
    1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)
    2. Hamartoma kondromatous (jinak)
    3. Sarkoma (ganas)
    Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.
    Tahukah Anda Perempuan perokok lebih rentan terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan laki-laki? Jumlah penderita kanker paru-paru setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang tajam. Sebagian besar penderitanya adalah perokok aktif. Dimana risiko menderita kanker paru-paru pada perokok aktif 13.6 kali lebih besar dibandingkan dengan non perokok.

    Namun kanker ini juga menyerang mereka yang perokok pasif lewat asap rokok yang dihembuskan oleh si perokok aktif saat membuang napas. Napas yang dihembuskan tersebut mengandung zat iritan, adiktif dan karsinogen yang menjadi penyebab kanker.
    Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanker, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanker. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker.
    Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.
    Penyebab utama
    Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
    Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
    Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
    Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
    Gejala
    Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
    1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
    2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
    3. Napas sesak dan pendek-pendek.
    4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
    5. Kelelahan kronis
    6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
    7. Suara serak/parau.
    8. Pembengkakan di wajah atau leher.
    Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
    Penyebab utama kanker paru adalah rokok. Dalam sebatang rokok mengandung zat iritan dan juga zat karsinogen yang secara langsung dapat mengubah karakteristik sel menjadi ganas dan menimbulkan kanker paru-paru.Sel kanker mudah menyebar ke tempat lain, karena dalam paru-paru banyak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfe (getah bening).
    Faktor Risiko

    Mereka yang berisiko terkena kanker paru-paru diantaranya :
    • Perokok : Semakin banyak dan sering mereka merokok maka semakin besar risiko kanker paru menyerang
    • Jenis Kelamin : Ternyata perempuan perokok lebih rentan terkena kanker paru-paru dibandingkan perokok laki-laki
    • Riwayat keluarga atau faktor keturunan
    • Terpapar gas radon, yaitu gas yang merupakan hasil pemecahan uranium di tanah, batu dan air
    • Terkena/terpapar asbestas, arsenik, khromium, nikel dan tar.
    Diagnosis dan pengobatan
    Beberapa prosedur yang dapat memudahkan diagnosa kanker paru antara lain adalah foto X-Ray, CT Scan Toraks, Biopsi Jarum Halus, Bronkoskopi, dan USG Abdomen.
    Pengobatan kanker paru dapat dilakukan dengan cara-cara seperti
    1. Pembedahan dengan membuang satu bagain dari paru - kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker.
    • Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker.
    • Kemoterapi
    • Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.
    Refensi
    1. ^ (id) Roche Indonesia: Kanker paru
    2. ^ (en) Ferlay J, Bray F, Pisani P and Parkin DM. GLOBOCAN 2002: Cancer Incidence, Mortality and Prevalence Worldwide. IARC CancerBase No. 5, Version 2.0, Lyon: IARC Press, 2004
    3. ^ Travis, WD, Travis LB, Devesa SS (January 1995). "Lung cancer". Cancer 75 (Suppl. 1): 191–202. DOI:<191::AID-CNCR2820751307>3.0.CO;2-Y 10.1002/1097-0142(19950101)75:1+<191::AID-CNCR2820751307>3.0.CO;2-Y.
    4. ^ Morandi, U, Casali C, Rossi G (2006). "Bronchial typical carcinoid tumors". Seminars in Thoracic and Cardiovascular Surgery 18 (3): 191–198. DOI:10.1053/j.semtcvs.2006.08.005.
    5. ^ Etienne-Mastroianni, B, Falchero L, Chalabreysse L et al. (December 2002). "Primary sarcomas of the lung: a clinicopathologic study of 12 cases". Lung Cancer 38 (3): 283–289. DOI:10.1016/S0169-5002(02)00303-3.
    6. ^ Bryant, A, Cerfolio RJ (July 2007). "Differences in epidemiology, histology, and survival between cigarette smokers and never-smokers who develop non-small cell lung cancer". Chest 132 (1): 198–192. DOI:10.1378/chest.07-0442.
    Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah dimunculkan. Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.

    Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung.

    Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan.

    Keperawatan

    Keperawatan merupakan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran sampai asuhan pada kematian.